Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu membuat warga panik.
Api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Sedikitnya 13 rumah dilaporkan ludes terbakar dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, lima bangunan lainnya mengalami kerusakan berat setelah terdampak kobaran api.
Warga yang melihat api semakin membesar langsung berupaya menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Sebagian warga juga berusaha mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah sebelum api semakin meluas.
Proses pemadaman berlangsung tidak mudah karena sebagian bangunan menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Kondisi sejumlah rumah yang bertingkat juga turut menyulitkan petugas dalam mengendalikan kobaran api.
Cuaca panas di tengah musim kemarau menjadi salah satu kondisi yang turut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Fajar Bayu Dewanto, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kobaran api.
Armada tersebut berasal dari Zona Muara Pinang, Zona Pendopo, dan Zona Ulumusi.
Petugas melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat kembali menyala.
Fajar mengatakan proses pendataan terhadap bangunan yang terdampak masih dilakukan.
Karena petugas di lapangan masih fokus pada proses pendinginan, jumlah korban dan total kerugian belum dapat dipastikan.
"Data resmi jumlah korban maupun kepastian total kerugian belum ada karena personel di lapangan masih fokus pada proses pendinginan," kata Fajar.
Sementara itu, pihak pemadam kebakaran memperkirakan sekitar 10 hingga 13 rumah mengalami kerusakan hingga ludes terbakar.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil pendataan lebih lanjut.
Penyebab kebakaran hingga kini juga belum diketahui.
Petugas masih menunggu kondisi lokasi benar-benar aman sebelum melakukan pemeriksaan untuk mengetahui titik awal dan penyebab munculnya api.
Musibah tersebut meninggalkan duka bagi warga Desa Landur.
Sejumlah rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal dan menyimpan berbagai kenangan kini berubah menjadi puing-puing akibat dilalap api.
Warga terdampak diharapkan mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau dan di kawasan permukiman dengan bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.
