Kegiatan ini merupakan bentuk protes terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa warga terhadap kinerja Gubernur Sumatera Selatan yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan infrastruktur, meski telah menjabat selama dua periode.
Koordinator aksi, Angga, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan suara bersama masyarakat dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda, yang merasakan ketidakadilan pembangunan di daerah mereka.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersuara.
Kondisi jalan provinsi di Empat Lawang adalah yang terparah dibandingkan daerah lain di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama merasakan dampak buruk dari minimnya perhatian pemerintah provinsi.
Jalan yang rusak berat bahkan kerap menjadi keluhan utama karena membahayakan pengguna dan menghambat aktivitas ekonomi.
Dalam aksi tersebut, warga juga menyoroti perbaikan jalan yang dinilai hanya bersifat sementara atau tambal sulam.
Bahkan, sebagian ruas jalan disebut sangat rusak hingga dianalogikan “bisa untuk beternak lele”.
Teknis dan Pelaksanaan Aksi
Aksi penggalangan dana ini dilaksanakan dengan terlebih dahulu mengantongi izin dari kepala desa dan pihak kepolisian setempat di masing-masing kecamatan.
Kegiatan dilakukan langsung di titik-titik jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat.
Kegiatan berlangsung secara damai dan mendapat dukungan luas dari masyarakat serta kalangan pemuda di Kabupaten Empat Lawang.
Partisipasi dan Mekanisme Penggalangan Dana
Partisipasi masyarakat dilakukan dengan cara turun langsung ke lapangan maupun memberikan dukungan melalui media sosial. Penggalangan dana dilaksanakan di beberapa titik strategis, antara lain :
- Kecamatan Muara Pinang (Pasar Muara Pinang)
- Kecamatan Pendopo (Pasar Pendopo)
- Kecamatan Pendopo Barat (Desa Tanjung Raya, depan Tugu Durian)
Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada Gubernur Sumatera Selatan melalui mekanisme pengiriman via pos sebagai simbol kritik terhadap lambannya perbaikan infrastruktur.
Penyampaian Aspirasi dan Respons Masyarakat
Aspirasi masyarakat disampaikan melalui aksi langsung, media sosial, serta pengiriman surat resmi kepada pemerintah provinsi.
Selama aksi berlangsung, masyarakat terlihat antusias dengan memberikan donasi dan ikut berorasi.
Koordinasi antar peserta aksi juga berjalan tertib, dengan semangat gotong royong serta dukungan dana pribadi dari masing-masing peserta.
Harapan dan Tindak Lanjut
Melalui aksi ini, masyarakat berharap pemerintah provinsi segera menyadari kondisi nyata di lapangan dan menjadikan perbaikan jalan di Empat Lawang sebagai prioritas utama pembangunan.
“Kami berharap gubernur bisa turun langsung melihat kondisi jalan di Empat Lawang,” kata Angga.
Jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons, massa menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.
Aksi ini menjadi simbol kuat kekecewaan masyarakat sekaligus bentuk desakan agar pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan benar-benar diwujudkan.
