Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya.
Penemuan ini sontak menimbulkan kehebohan di lingkungan sekitar, terlebih setelah ditemukan adanya luka sayatan pada bagian leher korban yang diduga berasal dari benda tajam.
Kronologi Penemuan Jasad
Peristiwa ini terungkap sekitar pukul 07.50 WIB.
Kecurigaan warga muncul karena korban yang tinggal seorang diri tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya.
Upaya warga untuk memanggil korban tidak mendapatkan respons.
Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kontrakan.
Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Tak lama berselang, Tim Identifikasi dari Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Area sekitar pun dipasangi garis polisi guna mengamankan lokasi serta menjaga keutuhan barang bukti.
Proses Medis dan Penyelidikan
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Muaradua guna menjalani pemeriksaan Visum et Repertum (VER).
Luka sayatan di bagian leher menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan medis.
Hasil visum nantinya akan menjadi dasar penting dalam mengungkap apakah kematian korban disebabkan oleh tindak kekerasan atau faktor lainnya.
Keterangan Kepolisian
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi.
Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan informasi akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah adanya hasil yang lebih jelas.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas serta tidak mengganggu proses penyelidikan.
Warga yang mengetahui informasi terkait aktivitas korban sebelum kejadian diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 atau ke kantor polisi terdekat.
Hingga saat ini, kondisi di sekitar lokasi kejadian telah kembali kondusif.
Namun, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap secara jelas dan transparan penyebab kematian korban.
