Telurus.com, PALEMBANG – Insiden kekerasan berujung maut terjadi di SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H.
Burlian KM 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.
Seorang sopir truk berinisial MEP (26) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri.
Peristiwa tragis ini diduga dipicu perselisihan saat proses pengisian bahan bakar jenis solar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban mengisi solar di SPBU tersebut.
Namun, pengisian terhenti karena jam operasional SPBU telah berakhir, sementara korban merasa pengisian belum maksimal.
Kondisi ini memicu adu mulut antara korban dan pengawas SPBU berinisial SI (25).
Situasi semakin memanas hingga korban sempat meninggalkan area SPBU dan menunggu di seberang jalan.
Tak lama kemudian, SI menghubungi rekannya, EPP (22), yang diketahui merupakan petugas keamanan setempat, untuk menemui korban.
Saat pertemuan berlangsung, korban turun dari kendaraan dan terjadi perkelahian antara korban dengan kedua terduga pelaku.
Dalam insiden tersebut, SI diduga melakukan penusukan yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.
Korban sempat dilarikan ke RS Myria Palembang untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Petugas gabungan dari Polrestabes Palembang bersama Polsek Sukarami yang tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB langsung mengamankan dua terduga pelaku.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti, termasuk pakaian yang dikenakan saat kejadian.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Jedi Permana, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kedua tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Kedua pelaku sudah diamankan.
Kami masih melakukan pencarian senjata tajam yang digunakan serta mendalami rekaman CCTV untuk memperkuat konstruksi perkara,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen penegakan hukum.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, apalagi yang terjadi di ruang publik. Pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian tersebut.
Tags
Palembang
