Telurus  | Menyajikan Fakta, Mengawal Informasi

H. Defi Albusyairi Angkat Bicara soal Konten Viral Diduga Penistaan Agama

Telurus.com, Empat Lawang – Media sosial kembali diramaikan dengan unggahan dari akun Instagram berinisial SY yang diduga mengandung unsur penistaan agama.

Unggahan tersebut menjadi viral setelah memuat tulisan yang membandingkan mukjizat Nabi Muhammad SAW membelah bulan dengan ilmu pengetahuan serta jurnal ilmiah, disertai kalimat yang dinilai menghina umat Islam.

Postingan itu langsung memicu kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

Banyak pihak menilai isi unggahan tersebut telah melukai perasaan umat Muslim dan tidak mencerminkan sikap toleransi dalam bermedia sosial.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Empat Lawang, H. Defi Albusyairi, menyampaikan kecaman keras terhadap unggahan yang viral tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh digunakan untuk merendahkan ajaran agama maupun menghina simbol keagamaan.

“Kami sangat menyayangkan adanya unggahan tersebut.

Apa yang disampaikan dalam postingan itu dinilai telah menghina Nabi Muhammad SAW dan menyakiti hati umat Islam,” tegas H. Defi Albusyairi.

Menurutnya, mukjizat merupakan kuasa Allah SWT yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabian dan tidak dapat dibandingkan dengan logika maupun penelitian ilmiah manusia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap harus menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain.

Jangan sampai media sosial digunakan untuk menyebarkan ujaran yang menyinggung agama,” ujarnya.

Selain itu, H. Defi Albusyairi meminta pemilik akun segera menghapus unggahan tersebut serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Islam.

“Kami berharap yang bersangkutan segera menyadari kesalahannya dan meminta maaf agar persoalan ini tidak semakin meluas,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Empat Lawang belum memberikan keterangan resmi terkait unggahan viral tersebut.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Reporter : Winatha|Editor : Topan 
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال