Penetapan tersebut diumumkan dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di SGS Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.
Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa KH Miftachul Akhyar telah dipilih untuk kembali mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.
"Nama KH Miftachul Akhyar dipilih jadi Rais Aam kepengurusan masa khidmat 2026-2031," kata Anwar Iskandar.
Rapat AHWA yang menetapkan Rais Aam tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.
Profil Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar merupakan ulama kelahiran Surabaya pada 30 Juni 1953.
Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlak Rangkah, dan Hj Siti Ashfiyah.
Miftachul Akhyar merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.
Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan dekat dengan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.
Pendidikan dari sang ayah, terutama mengenai adab dan kehidupan pesantren, menjadi salah satu dasar penting dalam membentuk karakter serta perjalanan keilmuan Miftachul Akhyar.
Perjalanan Miftachul Akhyar di organisasi NU telah berlangsung cukup panjang.
Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada periode 2000-2005.
Kemudian, ia dipercaya menjadi Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode, yakni 2007-2013 dan 2013-2018.
Kariernya di tingkat PBNU berlanjut dengan menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU periode 2015-2020.
Pada 2018-2020, Miftachul Akhyar kemudian menjalankan tugas sebagai Pj Rais Aam PBNU menggantikan KH Ma'ruf Amin.
Setelah itu, ia dipercaya sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2021-2026.
Kini, melalui Muktamar ke-35 NU, Miftachul Akhyar kembali memperoleh amanah sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2026-2031.
