Telurus  | Menyajikan Fakta, Mengawal Informasi

Bupati Joncik Tinjau Sekolah Rakyat Empat Lawang Jelang MPLS 7 September

Telurus.com, Empat Lawang — Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad meninjau kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan berbagai fasilitas dan kebutuhan peserta didik telah siap digunakan sebelum kegiatan dimulai.

Dalam kunjungannya, Joncik memeriksa sejumlah fasilitas utama Sekolah Rakyat Empat Lawang.

Mulai dari auditorium yang akan digunakan sebagai lokasi MPLS, asrama, masjid, hingga ruang kelas.

Joncik mengatakan, persiapan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

Dengan waktu tersisa tiga hingga empat hari, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyelesaikan sejumlah kebutuhan yang masih harus dipersiapkan.

“Saya sudah mengecek satu per satu, mulai dari ruang auditorium tempat MPLS, kemudian kita lihat asrama, masjid dan ruang kelas.

Insyaallah dengan sisa waktu tiga sampai empat hari ini kita siap untuk melaksanakan MPLS,” ujar Joncik.

Sekolah Rakyat Empat Lawang Siapkan 270 Kuota Siswa Baru

Sekolah Rakyat Empat Lawang akan menerima peserta didik baru sekaligus siswa lama yang melanjutkan pendidikan.

Untuk tahun ini, tersedia kuota sebanyak 270 siswa baru.

Sementara itu, sebanyak 82 siswa merupakan peserta didik lama yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Joncik menjelaskan, penetapan peserta didik telah melalui proses pleno.

Penerimaan siswa juga dilakukan berdasarkan sejumlah persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan.

Salah satu syarat utama adalah calon peserta didik berasal dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 berdasarkan data yang menjadi acuan pemerintah.

“Kuota siswa kita dapat 270 yang baru, kemudian yang lama ada 82.

Ini sudah melalui pleno penetapan dan ada kriterianya.

Tidak bisa sembarang orang untuk masuk ke sini.

Ketentuan utamanya adalah dia harus masuk orang miskin, yaitu desil 1 dan 2,” kata Joncik.

Joncik Harap Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan

Joncik berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang tidak hanya menjadi tempat bagi anak-anak untuk menempuh pendidikan.

Menurutnya, program tersebut juga dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Empat Lawang.

Joncik turut menceritakan pengalaman pribadinya yang tumbuh dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan yang dapat membuka kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.

“Saya dulu anak buruh tani.

Dengan sekolah kita bisa melewatinya,” ungkap Joncik.

Karena itu, Joncik berharap para siswa Sekolah Rakyat dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Ia menilai pendidikan merupakan modal penting bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan taraf hidup.

Dengan pendidikan yang baik, para siswa diharapkan mampu meraih masa depan yang lebih baik sekaligus membantu keluarganya keluar dari kemiskinan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال