Intensitas hujan sedang hingga lebat diperkirakan terus terjadi selama sepekan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor atmosfer baik skala global maupun regional yang masih aktif.
Menurutnya, salah satu pemicu utama adalah fenomena iklim global yang masih berlangsung.
Indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 menunjukkan adanya fenomena La Nina dalam kategori lemah, yang berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Dalam sepekan ke depan, kondisi ini masih berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif yang memicu hujan,” jelasnya, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan data BMKG, pada periode 28–30 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada siang hingga malam hari di sejumlah daerah, antara lain Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, PALI, Musi Banyuasin, Palembang, dan OKI.
Sementara itu, pada 31 Maret hingga 3 April 2026, potensi hujan dengan intensitas serupa diprakirakan meluas ke wilayah OKU Timur, OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Ogan Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKI, hingga Palembang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti hujan lebat disertai angin kencang maupun petir.
